Showing posts with label A Night at the Opera. Show all posts
Showing posts with label A Night at the Opera. Show all posts

Friday, 17 April 2015

I'm In Love With My Car

Tau kan salah satu lagu Queen yang berjudul I'm In Love With My Car yang ada didalam album A Night at The Opera yang dinyanyikan dan diciptakan oleh Roger Taylor untuk pembalap triumph TR4 bernama Johnnatan Harris dan Roger sendiri pernah mengaku bahwa lagu ini merupakan lagu queen paling ia favoritkan.

Beberapa hari lalu salah seorang anggota Queenindo Mas Riza Haryadi memergoki mobil yang unik diparkiran Pondok Indah Mall, Jakarta. Kira-kira mobil siapakah ini? Berikut penampakannya.


Lagu I'm In Love With My Car sendiri menjadi b-side dari single Bohemian Rhapsody yang awalnya Freddie Mercury menolak. Untuk mendapatkan izin dari Freddie, Roger Taylor sampai mengurung dirinya di lemari hingga akhirnya Freddie luluh, gegara masalah ini pula Queen sempat ada konflik kecil.

 Single Bohemian Rhapsody dengan I'm In Love With My Car di B-sidenya

Dan berikut adalah video klip Queen-I'm In Love With My Car.


Di konser live Queen di Montreal bisa kita lihat Roger Taylor menyanyikan lagu ini dengan suaranya yang tinggi khas.

Lalu ini milik siapa lagi?



Ditulis oleh @handyfernandy
Read More

Tuesday, 3 March 2015

Queen : A Night at the Opera, Sebuah Persembahan Megah


Queen, sebuah super grup band asal inggris raya yang sangat terkenal di dunia. lagu2nya sudah menemani kuping para pecinta music 4 dasawarsa lamanya, sampai sekarang. Tiap event olahraga popular semacam piala dunia atawa olimpiade, tak jarang salah satu lagu mereka paling terkenal “we are the champion” diputar sebagai backsound theme. Lagu epic mereka, bohemian rhapsody terpilih berkali2 sebagai lagu terbaik di dunia dalam berbagai polling dan survey. Dan konser live mereka di live aid serta wembley dipuji2 sebagai live konser terbaik rock. Sebuah pencapaian sukses yang sangat gemilang, disamping jutaan copy album yang berhasil mereka jual di seluruh dunia.

Kesuksesan Queen bukanlah kesuksesan instan. Freddie, Brian, Roger dan deacon jatuh bangun membangun karier band ini dari awal. Mereka bahkan mesti rekaman di tengah malam pada jam2 kosong demi menghemat duit. Album pertama mereka tak digubris orang, konser2 pertama mereka sepi pengunjung. Saking stressnya, mereka pernah sempat mau ganti nama band demi buang sial,ckckck. Tapi untunglah, di dua album berikutnya nama Queen mulai menanjak dengan pundi2 duit yang mengalir masuk ke kantong mereka. Tapi,tragedy tetep menimpa, duit Queen ditilep habis sama manajer mereka sendiri!

‘it was life or death, if the album hadn’t have worked it woul have been the end of Queen’ – Roger taylor

Begitulah keadaan Queen saat pembuatan album terbaik mereka saat itu  “ a night at the opera”, Album dengan biaya pembuatan termahal saat itu . disinilah titik balik mereka menjadi band besar di dunia dan  Queen mulai disetarakan levelnya dengan band2 besar lain semacam led zeppelin dan Deep purple.  Memuncaki UK album chart dan mendapat platinum pertama mereka di amerika.
Nama album mereka dapatkan saat para personil Queen iseng2 nonton film lama buatan marx brother di studio sehabis rekaman, berjuluk “ a night at the opera”. Dirasa pas dengan tema music album mereka ini, yaudahlah tanpa mikir panjang Queen make judul film sebagai title album keempat mereka ini. Lagu tie your mother down dan we are the champion sebenarnya hendak masuk dalam list album, namun batal dan dimasukkin dalam album lain.

Death on two legs (dedicated to…)freddie mercury lah pencipta lagu pembuka album yang sangat luar biasa ini. Dibuka dengan dentingan piano Freddie yang aneh,lalu disusul melodi gitar brian may yang berlapis-lapis. Lagu ini menceritakan tentang ex manajer mereka yang brengsek dan membawa lari duit mereka, norman kamaru Sheffield. Biarpun nama si norman kamaru ini nggak disebut2 dalam lirik lagu, tetep aja doi ngerasa tersinggung dan mengatakan kalau Queen sudah membuat hal2 jelek tentang dia, hahaha kesindir juga tuh orang. Dalam setiap live konser mereka, Freddie selalu mengatakan lagu ini didedikasikan untuk “a real motherfucker of a gentleman”. Hahaha, mantap om Freddie!
Lazing on a Sunday afternoon Lagu berirama menyenangkan yang cocok diputer saat liburan sambil leyeh-leyeh ini ditulis oleh Freddie. Freddie juga yang nge take semua suara termasuk lead vocal sama backing nya. Ada yang unik dari lagu ini, Freddie nge take vocal menggunakan kaleng kosong agar suaranya terdengar megah seperti make megaphone. Lagu ringan yang bagus, sayang durasinya cuman satu menitan, kayak lagu2 keren lain seperti nevermore dan lily of the valley. Haaahh… Di akhir lagu lead gitar brian terdengar khas seperti biasanya yang nyambung langsung ke lagu berikutnya.

I’m in love with my car Ditulis dan dinyanyikan full baik di versi studio maupun live konser oleh roger taylor, drummer Queen yang ‘cantik’ itu,hahahaha… lagu ini didedikasikan untuk johnnatan harris, pembalap triumph TR4. Roger sangat menyukai lagu ini diantara seluruh lagu ciptaannya. Dia ngebet banget pengen lagu ini jadi single sampai2 doi ngunci diri dalam loker davy jones lemari agar om Freddie setuju. Gara2 ini, konflik kecil2an sempat terjadi,hehehe. Lagu ini punya beat cukup asik dengan vocal roger yang serak2 basah ngerock itu. Di ujung lagu, suara mobil menderu2 jadi penutup lagu lucu ini,hehehe.

You’re my best friend Single kedua album setelah bohemian rhapsody. Di tulis bassist pendiam mereka si ‘invisible man’ john deacon untuk veronica tetzlaff, sang istri tercinta. Lagu ini ditulis saat deacon baru belajar main piano, dan dia pula yang memainkan piano sepanjang lagu. Masuk dalam top 10 hits, menurutku ini adalah lagu paliiingg romantisss yang pernah Queen bikin. Lirik, music dan suara Freddie mercury cukuplah menggambarkan betapa romantisnya lagu ini. Salah seorang teman saya yang baru mendengar pertama kali lagu ini saja bilang, “edan, so sweet bgt ini lagu” (doi cewek). So, kalo mau ngegombal mukiyo ke pasangan, pakai aja lagu ini. Dijamin klepek2 dah,hahaha. Nggak nyangka ya deacon yang se pendiam itu bisa nge gombal juga, atau ini emang bener2 dari hati doi?hehehe…

39 Brian may menulis lagu bertema science ini. Mengambil ide teori relativitas punya albert Einstein tentang perjalanan seseorang di luar angkasa untuk kemudian kembali ke bumi seratus tahun kemudian,sementara doi ngira dia Cuma ngabisin waktu sehari dalam petualangannya. Bolehlah lagu ini di dengarkan sambil nonton film “interstellar” nya mas Nolan yang baru keluar tahun lalu. Lagu bergaya country ini terdengar sangat menyenangkan. Vocal brian yang lembut,Bass betot nya deacon, icrik2 dan pedal bass roger, genjrengan gitar may dan backingan vocal dari Freddie dan roger berhasil ngebawa kita serasa jalan2 di perkampungan pinggiran di western sana. Intro  lagu ini sedikit ‘mengilhami’  band Indonesia tahun 90an,elpamas dalam lagu mereka yang fenomenal berjudul ‘pak tua’.

Sweet lady Lagu berirama rock progressif ini ditulis oleh brian may. Lagunya cukup rumit dengan pukulan drum yang diakui roger taylor paling sulit yang pernah doi mainkan dalam rekaman studio nya. Lumayan asik buat jogged ala rocker,hehehe…

Seaside rendezvous Bergaya ala musik2 disney waltz, lagu bernada ceria ini ditulis oleh Freddie mercury. Bikin mood kita jadi seneng apalagi bila didengarkan sambil nari2 di pinggir pantai minum aer kelapa,hahaha. Dan yang asem, lagu ini durasinya cukup pendek, cuman 2 menitan. We want more Freddie! Dentingan piano bernada2 ceria dimainkan Freddie dengan rapi. Di tengah2 lagu,terdapat paduan suara dari Freddie dan roger yang dibikin suaranya mirip dengan clarinet dan trumpet bersahut-sahutan. Keren banget dah! Selain itu ada juga suara2 mirip tap dance yang rupanya berasal dari alat music thimble yang dimainkan Freddie dan roger. Incredible!

The prophet’s song Setelah tadi kita menari2 bersama seaside rendesvouz, lagu selanjutnya bakal menghajar telinga kita dengan irama2 gelap yang sangat megah. Inilah  the prophet’s song, lagu epic hasil karya brian may! Mendengarkan lagu ini kita serasa dibawa ke masa2  jaman2 dulu yang tertulis dalam bible, dan memang itu rujukan brian dalam menulis lagu luar biasa ini. Brian menulis lagu ini setelah dia bermimpi buruk tentang banjir besar. Isi lirik lagu ini sendiri menceritakan banjir besar yang terjadi di zaman nabi nuh alaihissalam dengan penyelamatannya segala macam. Komposisi lagu cukup rumit dengan basic dari progressif rock. Dengan durasi sekitar 8 menitan lagu ini jadi lagu terpanjang di catalog lagu milik Queen dan paling megah selain bohemian rhapsody,the march of black Queen dan show must go on. Diawali dengan suara angin,petikan harpa, petikan gitar elektrik dan paduan vocal, lagu berjalan dengan indah.Di tengah2 lagu Freddie nyanyi sendirian tanpa music dengan vocal yang bersahut2an make teknik vocal canon. Outro lagu nyambung dengan lagu selanjutnya, lagu ballads berjudul love of my life.

Love of my life ‘back..hurry back, please bring it back home to me Because you don’t know what it means to me..’ Aaaahhh…sedih banget ini lagu!! Love of my life adalah lagu pertama Queen selain we are the champion dan bycycle race yang pertama kali aku dengar. Lagu patah hati terbaik di dunia ini diciptakan Freddie mercury untuk kekasih seumur hidupnya, tante mary Austin. Diciptakan setelah kisah cinta Freddie dengan mary Austin kandas karena Freddie selingkuh dengan seorang PRIA dari electra records. Njiirrrrrrr…disini ke maho an Freddie mulai tumbuh. Dentingan piano, petikan harpa dan bass john deacon jadi latar suara indah Freddie. Lagu ini Sangat indah dan juga bisa bikin hati terobek-robek,hahaha. Freddie menyanyikannya dengan penuh perasaan sepertinya, dia bernyanyi menggapai nada2 tinggi dengan sesekali mengambil suara falsetto. Lengkingan gitar brian may jadi klimaks lagu terkenal ini. Banyak artis lain meng cover love of my life diantaranya band rock legend yang nyanyi wind of change, scorpion dan pelantun lagu more than words,extreme. Di Indonesia, lagu ini dinyanyikan ulang oleh dewi2(sekarang mahadewi) anak didiknya pentolan dewa 19, dhani ahmad.

Good company Mendengarkan lagu ini,kita berasa lagi nonton film2 donald bebek,hahaha. Lagu dengan nuansa Disney jazz ini ditulis brian may. Disini brian may memasukkan instrument ukulele alias gitar2 aloha dari hawai. Lagu ini tak pernah dimainkan live oleh Queen. Berisi tentang petuah2 orang tua terhadap anaknya tentang memanage perusahaan.

Bohemian rhapsody Inilah dia lagu paling epic, paling indah, paling keren, dan paling2 lain yang pernah di gubah oleh manusia. Susah menggambarkan keindahan lagu ini, ente check sendiri dan dengerin sendiri aja lah! Yang jelas, lagu ini dinobatkan berkali sebagai lagu terbaik sepanjang masa, dan aku setuju sangat dengan itu….!!!!

God save the Queen Lagu yang selalu jadi penutup konser2 Queen ini adalah anthem song inggris raya. Isinya cuman lead gitar brian may dan cymbal dan bass drum roger taylor. Tapi buat orang inggris, lagu ini sangat menyentuh hati,hahahaha.


A night at the opera adalah album hebat Queen yang masuk dalam jajaran album2 classic Queen yang dibikin tanpa teknologi synthesizer. Kalo boleh dibilang, a night at the opera itu semacam album sgt. Peppers lonely heart club band beatles punya versi Queen. Album yang memadukan berbagai aliran music dan semuanya adalah lagu2 yang easy listening! Inilah Queen, band yang dikatakan oleh ahmad dhani sebagai “ THE MOST GENIUS BAND IN THE WORLD”.

Ditulis oleh: Naofan Faozan di Blognya 
Sumber gambar: amazon.co.uk
Read More

Wednesday, 4 February 2015

39, Salah Satu Lagu Queen yang Unik

Ada satu lagu dari Queen yang mungkin tidak begitu populer tapi cukup menarik buat saya, judulnya 39. Ingat, jangan sampai salah ya, 39 bukan 69 :-)

Ada 4 hal yang tidak biasa dari lagu ini yaitu :
  1. Judulnya yang cuma terdiri dari karakter numerik.
  2. Lagu ini satu dari sedikit lagu Queen yang dinyanyikan bukan oleh Freddie Mercury tapi oleh Brian May.
  3. Musiknya yang cukup berbeda dari lagu-lagu Queen yang lain. Dalam bahasa Inggris disebut “acoustic folk-rock song”.
  4. Liriknya yang mengandung makna tersembunyi.


Mengenai lirik ini, bertahun-tahun saya mencari-cari apa makna tersembunyi dari lagu ini, sampai akhirnya tuan google berbaik hati menyajikan jawabannya.

Brian May, gitaris Queen yang juga seorang sarjana fisika, menulis lagu ini ketika dia bekerja di bidang astronomi. Karena itu, tidak heran kalau lagu ini bercerita tentang sesuatu yang tidak jauh-jauh dari bidang yang digelutinya tersebut.

Lagu ini bercerita tentang orang yang mengarungi angkasa luar dengan pesawat yang kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Dia berangkat pada tahun 39 dan mengembara di luar angkasa selama (menurut perasaannya) hampir satu tahun. Saat dia kembali ke Bumi, di Bumi memang masih tahun 39 tapi ternyata sudah berbeda satu abad !

Rupanya ini sejalan dengan teori fisika yang menyatakan bahwa jika seseorang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka waktu baginya akan menjadi lebih lambat. Dalam kisah di atas, di Bumi sudah 100 tahun tapi si astronot merasa tidak sampai satu tahun saja.

Kalau anda cermati liriknya di bawah ini, anda akan dibuat kagum bagaimana Brian May mampu menyampaikan teori fisika ini melalui lirik-lirik dengan cita rasa seni yang memukau.

Ada kisah lain yang menarik mengenai pemilihan angka 39 untuk judul lagu ini. Sebetulnya angka berapapun, asalkan terdiri dari tiga suku kata, bisa cocok untuk judul lagu ini. Tapi mengapa angka 39 itu yang dipilih ?  Ternyata alasannya sederhana saja, kebetulan lagu itu merupakan lagu yang ke-39 dari Queen yang direkam di studio.

Bagi anda yang belum pernah mendengarnya, lagu ini bisa didengar di sini


39

In the year of thirty-nine
Assembled here the volunteers
In the days when lands were few
Here the ship sailed out into the blue and sunny morn
The sweetest sight ever seen
And the night followed day
And the story tellers say
That the score brave souls inside
For many a lonely day
Sailed across the milky seas
Ne’er looked back never feared never criedDon’t you hear my call
Though you’re many years away
Don’t you hear me calling you
Write your letters in the sand
For the day I’ll take your hand
In the land that our grand-children knew

In the year of thirty-nine
Came a ship in from the blue
The volunteers came home that day
And they bring good news
Of a world so newly born
Though their hearts so heavily weigh
For the earth is old and grey
little darlin’ well away
But my love this cannot be
Oh so many years have gone
Though i’m older but a year
Your mother’s eyes from your eyes cry to me

Don’t you hear my call
Though you’re many years away
Don’t you hear me calling you
Write your letters in the sand
For the day I’ll take your hand
In the land that our grand-children knew

Don’t you hear my call
Though you’re many years away
Don’t you hear me calling you
All your letters in the sand
Cannot heal me like your hand
For my life’s still ahead, pity me.

Tulisan ini pernah dimuat pada Kompasiana pada 28 July 2010

Lagu 39 ini terdapat pada Album A Night at the Opera track 5.
CD A Night at the Opera (1975)
Koleksi Danang


Brian May memainkan secara Solo Acoustic tahun 2006 bisa dilihat disini
Read More